ASN Juga Bisa Agile asyafrudin.github.io

Visi Pemerintah Tangkas adalah mewujudkan ketangkasan dalam pemerintahan Indonesia. Hal itu dilakukan dengan cara berkontribusi aktif untuk mewujudkan keselarasan antara dengan birokrasi dalam pemerintahan Indonesia. Tujuannya adalah agar pemerintahan Indonesia dapat meningkatkan efisiensi dalam birokrasi dan menyediakan layanan publik yang optimal.

Perlahan tapi pasti, visi tersebut mulai terwujud. Salah satu contohnya adalah di Direktorat Jenderal Pajak (DJP)¹. Perubahan pola pikir merupakan hal yang paling utama karena beralih dari ke memang harus dimulai dari pola pikir. DJP juga melakukan adaptasi terhadap agar dapat berjalan dengan maksimal di dalam tubuhnya. …


Pemerintah Tangkas dan ASN Agile

Saat ini inisiatif untuk membentuk pemerintahan yang tangkas dengan dimotori oleh aparatur sipil negara (ASN) yang Agile masih terlihat sangat ambisius. Walaupun kisah-kisah sukses dan orang-orang yang mendukung penerapan Agile di pemerintahan terus bermunculan, Agile masih terasa asing di pemerintahan. Deeselonisasi merupakan salah satu langkah kongkrit yang dapat mendukung terwujudnya pemerintah tangkas, tapi praktiknya masih menunjukkan sulitnya pemerintah berlepas diri dari hierarki [1].

Walaupun begitu, kami akan tetap melangkah maju karena di balik segala tantangannya, terbentuknya pemerintah yang tangkas akan membawa dampak positif bagi masyarakat. Kami yakin setiap anggota masyarakat akan lebih menghargai pemerintah yang mau berkolaborasi dan terus merespons…


Agile dapat mengurangi risiko finansial

Salah satu manfaat Agile adalah mengurangi risiko finansial. Caranya adalah dengan melakukan kolaborasi bersama pengguna untuk menentukan apa yang dibutuhkan lalu bekerja sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan itu. Kolaborasi itu, yang biasanya dilakukan secara berkala dan konsisten, dapat meminimalkan risiko dibuatnya sesuatu yang tidak dibutuhkan. Di sisi lain, kolaborasi itu juga dapat meminimalkan risiko tidak dibuatnya sesuatu yang dibutuhkan. Risiko finansial seperti itu umumnya tidak instan sehingga sering luput dari perhatian. Akan tetapi, bila visi produk yang sedang dikembangkan itu utuh, risiko seperti itu tidak akan diabaikan.

Pada intinya Agile mendorong kita untuk fokus membuat sesuatu yang dibutuhkan atau…


“Learning a language? Speak it like you’re playing a video game” by Marianna Pascal

A few days ago, when I was browsing YouTube, I stumbled upon a talk by Marianna Pascal that discusses how we should approach a foreign language when we try to learn it. It was a talk about language, the English language, to be exact. I have watched it a few years back, but the magic of YouTube made it show up again.

Anyway, based on her years of experience teaching English in Malaysia, she came to the conclusion that the confidence to speak English for non-native…


There are many occasions where I was asked whether Agile is feasible to be used outside of software development or information technology (IT) in general. I said, ‘Hell yeah!” Well obviously I didn’t say it like that; at least not in front of an audience. I used something along the lines of “Definitely! If you take the IT or technical context out of Agile, it will still be relevant no matter what it is that you’re working on.”

Doing Agile outside of IT is really about defining the product. From there, we can do Agile just like how it’s done…


Membentuk Budaya Agile

Hal pertama yang terlintas dalam pikiran kami setiap kali kami ditanya tentang tantangan penerapan dalam instansi pemerintah adalah budaya. Pada dasarnya, budaya hanyalah kumpulan pola pikir dan perilaku. Di dalam budaya kita, kita memiliki definisi mengenai hal-hal yang kita anggap penting atau berharga dan bagaimana kita harus bertindak untuk mendapatkan hal-hal itu.

Budaya yang kita miliki berpotensi menciptakan zona nyaman karena kita cenderung melihat diri kita dalam kondisi memadai, yaitu apa yang kita lakukan telah memadai untuk mendapatkan apa yang kita anggap penting atau berharga. Zona nyaman itu menjadi salah satu sumber utama resistansi dalam segala jenis transformasi terutama…


Adopsi vs. Adaptasi

Revolusi adalah perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang. Saat “R” di depan “revolusi” ditanggalkan, perubahan yang mendasar itu berubah menjadi perubahan yang berangsur-angsur [1]. Kecepatan dalam perubahan itu yang menjadi perbedaan antara revolusi dan evolusi. Setiap hal yang mengalami revolusi diharapkan segera berubah, sementara setiap hal yang berevolusi diharapkan berubah secara perlahan-lahan. Bagaimana dengan Agile? Revolusi atau evolusi? Bagaimana kalau dua-duanya?

Pilihan antara revolusi dan evolusi juga berlaku dalam penerapan Agile di sebuah organisasi. Saat sebuah organisasi memilih revolusi Agile, organisasi itu memilih untuk melakukan adopsi cara kerja Agile untuk menggantikan cara kerja yang lama. Contohnya adalah Scrum Framework…


Lebih Penting Kolaborasi, Interaksi, dan Kompetensi

Deeselonisasi adalah salah satu upaya penyederhanaan birokrasi yang dilakukan oleh pemerintah saat ini. Dasar munculnya ide itu adalah semangat untuk beralih dari kultur paternalistik menjadi kultur kemitraan saat melayani publik [1]. Langkah nyatanya adalah menghilangkan jabatan eselon di bawah eselon II. Jadi, eselon yang masih ada pasca penyederhanaan birokrasi itu hanya eselon I dan eselon II.

Ide dasar dan langkah nyata itu memang sederhana, tapi tentu saja mengundang resistensi yang tidak sedikit. Ada jabatan yang harus dilepas, ada prosedur yang perlu dirombak, ada kewenangan yang perlu dialihkan, dan berbagai faktor lain yang perlu disesuaikan. …

Amir Syafrudin

Praktisi Agile yang ikut merintis Pemerintah Tangkas dan menulis buku ASN Juga Bisa Agile.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store